Apakah Metode Yang Baik Dalam Pendidikan?

Metode yang dibutuhkan dalam pendidikan Kristen adalah metode Integrasi Logos, yaitu kebenaran-kebenaran Alkitab dijadikan sebagai prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang dipakai oleh guru untuk mengkomunikasikan pengetahuan kepada anak didik sehingga anak mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, persekutuan yang harmonis antara pengajar dan pembelajar sehingga terjadi pertumbuhan spiritual, kognitif, afektif serta psikomotorik dalam seluruh aspek kehidupannya.

Penjelasan:

1. Integrasi Logos

Metode Integrasi Logos adalah metode yang mengintegrasikan kebenaran-kebenaran firman Tuhan (Logos) itu ke dalam setiap tatanan pengajaran dan proses belajar mengajar (PBM). Metode Integrasi Alkitab dalam pendidikan ini sangat berperan penting dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, metode mengajar yang dipakai oleh seorang guru pendidikan sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses mengkomunikasikan/mentransfer materi-materi yang dipakai untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Akan tetapi para guru seringkali tidak menyadari arti penting metode ini.

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan di dalam pemilihan metode mengajar, yaitu:

  1. Tujuan pelajaran. Apakah yang ingin dicapai oleh tujuan pelajaran yang akan disampaikan: kognitif, afektif, psikomotorik? Sejauh mana pencapaian itu menurut Taksonomi Bloom?
  2. Metode yang sesuai dengan bahan pengajaran
  3. Jumlah peserta. Apakah perlu bentuk kelompok atau tidak? Berapa kelompok yang harus dibentuk? Kelompok berdasarkan: usia, jenis kelamin, fisik, atau keunikan masing-masing?
  4. Kemampuan dan ketrampilan guru dalam menggunakan metode yang diterapkannya.
  5. Kemampuan anak didik: usia, fisik dan keunikan setiap pribadi anak didik
  6. Kebutuhan peserta didik. Dalam segi apakah guru mengharapkan peserta didik mengalami perubahan.
  7. Fasilitas yang tersedia. Apakah perlu membeli alat lain atau hanya memakai fasilitas yang ada?
  8. Waktu yang tersedia. Bisakah metode itu sampai kepada klimaks?
  9. Bentuk evaluasi apa yang akan digunakan

Mengenai faktor-faktor pemilihan dalam metode belajar seperti di atas dapat kita lihat juga dengan pemikiran dari bapak S. Sijabat, dalam bukunya Menjadi Guru Profesional: Sebuah Perspektif Kristiani.

2. “…persekutuan yang intim antara pendidik dan pembelajar.”

Sebagaimana pendidikan Kristen adalah pembimbingan kepada perjumpaan kepada Tuhan Yesus Kristus maka proses pendidikan haruslah dipahami sebagai persekutuan atau gereja. Artinya, seluruh pelaksana pendidikan dan anak didik adalah persekutuan yang intim antar orang-orang yang dipanggil oleh Tuhan Yesus Kristus dari kegalapan dunia kepada TerangNya.
Persekutuan yang intim itu kalau ditinjau dari metode maka di dalamnya terdapat aspek-aspek sebagai berikut:

  1. Aspek penebusan. Orang-orang dalam persekutuan itu menyadari bahwa mereka adalah sama-sama orang berdosa yang telah menerima penebusan di dalam Tuhan Yesus;
  2. Aspek penerimaan. Orang-orang dalam persekutuan itu menyadari bahwa penerimaan Tuhan Yesus terhadap diri mereka bukanlah karena kelayakan mereka. Oleh karena itu, mereka pun saling menerima satu dengan lainnya.
  3. Aspek dukungan. Orang-orang yang dalam persekutuan saling menyediakan kesempatan belajar, beribadah dan mengabdi.

Salah satu metode yang paling baik aalah metode yang dipakai Sang Guru Agung, Tuhan Yesus Kristus. Mengenai metode Tuhan Yesus ini dijelaskan secara gamblang oleh Lawrence O. Richards dalam bukunya A Theology of Christian Education.
Dalam metode Tuhan Yesus terjadi persekutuan yang intim antara murid-murid dengan Tuhan Yesus, dimana ketiga aspek yang diutarakan penulis di atas sangat jelas, yaitu:

a) Aspek penebusan. Tuhan Yesus bersama-sama dengan murid-murid tanpa merendahkan mereka;

b) Aspek penerimaan. Tuhan Yesus menerima mereka walaupun Dia tahu akan latar belakang, isi hati dan ketidaksetiaan mereka; dan

c) Aspek dukungan. Walau murid-murid lemah dan tidak setia tapi Tuhan Yesus tetap menyediakan kesempatan bagi mereka untuk belajar hidup dengan benar, contohnya Petrus walau telah menghianati Yesus, tapi Petrus tetap dicari-Nya dan diterima-Nya. Bahkan Yesus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Petrus untuk maju menjadi penggembala domba-Nya, kitab Yohanes 21.

 

Oleh Bhaktiar Sihombing

, , , , , , ,
Menu