Apa Itu Kurikulum?

Kurikulum adalah suatu set tatanan pendidikan yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip firman Tuhan untuk mencapai tujuan pendidikan.

penjelasan:

1. “…suatu set tatanan pendidikan…”

Kurikulum itu sangat luas karena terdiri dari komponen Tujuan pendidikan, Bahan pengajaran, Proses Kegiatan Belajar Mengajar, dan Evaluasi. Kurikulum bagaikan kerangka atau dinding dalam satu bangunan. Oleh karena itu, kurikulum harus dipahami sebagai “suatu set tatanan”, bukan bagian-bagian yang terpisah tetapi satu kesatuan yang saling mendukung untuk mencapai satu tujuan. Jika satu komponen berubah maka komponen lain harus ikut menyesuaikan (Nasution, 2005;17-18).
Ada banyak pendekatan dalam pengembangan kurikulum, antara lain: model pendekatan Tyler, Taba, Pendidikan Berbasis Hasil Belajar (PBHB), Teknik Saintifik, Nonteknik Saintifik, Analisi Kebudayaan Layton, Postmodern, atau kurikulum terbaru di Indonesia, yaitu Kurikulum Berbasi Kompetensi (KBK). Walaupun banyak model pendekatan pengembangan namun tetap berpegang pada prinsip kesatuan, yang sistematik dan kontekstual (Yuliawati, 2004).

2. “…berdasarkan firman Tuhan…”

Kurikulum itu bukan hanya sebagai perencanaan tetapi juga sebagai pedoman pelaksanaan. Atau dengan kata lain, kurikulum itu merupakan perencanaan dan pedoman pembentukan anak didik. Dalam bahasa lebih sederhana, kurikulum itu dapat diumpamakan seperti “alat cetak”, jika kita ingin anak didik “A” maka dibuat alat cetakan seperti A.

Contoh sederhana dari pentingnya kurikulum yang berdasarkan firman Tuhan adalah kalau kita lihat dalam sejarah maka dinyatakan bahwa kaum Pietis (German Pietists) menyuarakan protes menentang sebuah metode hyperscholastic, yaitu istilah yang dialamatkan kepada kaum skolatik yang terlalu “mengandalkan” logika dalam menyusun atau membentuk suatu teologi. Penempatan yang berlebihan terhadap logika memiliki kecenderungan untuk jatuh kepada rasionalisme (Scobie, 2000;11). Yang paling benar adalah berorientasi lebih kepada sebuah teologia yang berdasar secara kuat hanya/secara ekslusif kepada Alkitab. Oleh karena itu, kalau kita hubungkan dengan pendidikan maka seharusnya pendidikan pun jangan pernah dibangun di atas logika yang mengakibatkan anak-anak didik rasionalisme. Oleh karena kurikulum itu sangat luas dan sangatlah berperan penting dalam pendidikan maka sudah seharusnya pendidikan Kristen itu menyusun kurikulum berdasarkan firman Tuhan karena firman Tuhan adalah dasar iman Kristen.

Bagaimana maksudnya kurikulum yang berdasarkan firman Tuhan? Apakah semua kurikulum berisi Alkitab saja? Penerapan kurikulum berdasarkan Alkitab mungkin tidak ada masalah jika pada komponen tujuan, proses belajar mengajar atau evaluasi. Tetapi bagaimana dengan bahan pengajaran? Jika dalam gereja mungkin tidak masalah, tetapi bagaimana dengan sekolah umum? Yang dimaksud dengan kurikulum berdasar firman Tuhan itu berarti bahwa firman Tuhan berperan sebagai tuntunan atau pedoman yang mengarahan dan mengklarifikasi segala komponen kurikulum.

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanakan prinsip adalah ”Bagaimana bisa menyusun kurikulum yang berdasarkan firman Tuhan?” Sebenarnya dalam penyusunan kurikulum yang berdasarkan firman Tuhan diperlukan adanya satu Team Work, yang terdiri dari orang-orang yang berlatar belakang disiplin ilmu pendidikan, managament, psikologi, bahkan yang berlatar belakang teologi yang dalam dan benar. Mengapa harus demikian? Karena dalam teologia sendiri terdapat pergumulan yang besar seperti yang diutarakan oleh P. Balla (2000; 11) bahwa ada dua tantangan besar yang menjadi pergumulan dalam Biblical theologi:

1) Tantangan terhadap dasar teologis dari kesatuan (unity) dari Alkitab;
2) Tantangan terhadap studi dalam melihat kaitan antar kitab, yang didefinisikan di dalam kanon.
Dalam hal inilah, setiap pelaksana pendidikan harus benar-benar menyeleksi teologi dari setiap anggota Team Work tersebut.

 

Oleh Bhaktiar Sihombing

, , , , ,
Menu